Kesalahan Pengemudi saat Macet Mudik yang Bisa Merusak Mobil

icon 13 February 2026
icon Admin

Mudik selalu menjadi momen spesial, tetapi perjalanan panjang sering diwarnai kemacetan parah. Situasi stop-and-go yang melelahkan kerap membuat pengemudi tanpa sadar melakukan kesalahan. 

Padahal, beberapa kebiasaan saat macet mudik bisa memberi dampak buruk pada kondisi mobil Anda, mulai dari mesin cepat panas hingga komponen transmisi aus lebih cepat.

Agar perjalanan mudik tetap aman dan kendaraan tidak cepat rusak, penting untuk memahami kesalahan umum yang sering terjadi saat terjebak macet.

Mengapa Macet Mudik Bisa Membahayakan Kondisi Mobil?

Kemacetan membuat mobil bekerja dalam kondisi yang tidak ideal. Mesin menyala lama, tetapi kendaraan hanya bergerak perlahan. Situasi ini meningkatkan beban pada sistem pendinginan, transmisi, hingga konsumsi bahan bakar.

Berikut beberapa alasan mengapa macet saat mobil berbahaya untuk kendaraan:

  • Mobil Lebih Sering Stop-and-Go

Saat mudik macet, Anda akan sering menginjak gas dan rem secara bergantian. Kebiasaan ini bisa mempercepat keausan komponen tertentu.

  • Suhu Mesin Lebih Mudah Naik

Kurangnya aliran udara saat mobil berhenti membuat mesin lebih cepat panas, terutama jika AC terus menyala.

Kesalahan Pengemudi saat Macet Mudik yang Perlu Dihindari

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan pengemudi saat mudik macet dan berpotensi merusak mobil:

  • Terlalu Sering Menginjak Setengah Kopling

Bagi mobil manual, banyak pengemudi menahan kopling setengah saat macet. Kebiasaan ini membuat kampas kopling cepat aus dan berisiko menimbulkan bau terbakar. Sebaiknya, gunakan posisi netral saat berhenti lama.

  • Menginjak Gas dan Rem Secara Agresif

Saat macet mudik, sebagian orang tidak sabar sehingga sering menekan gas tiba-tiba lalu mengerem mendadak. Kebiasaan ini bisa membuat rem cepat panas dan aus. Selain itu, konsumsi BBM menjadi lebih boros karena akselerasi tidak stabil.

  • Membiarkan Mesin Menyala Terlalu Lama Tanpa Istirahat

Macet panjang membuat mesin terus bekerja meski mobil tidak banyak bergerak. Jika sistem pendingin kurang optimal, suhu mesin dapat naik drastis. Berhenti sejenak di rest area bisa membantu menurunkan temperatur.

  • Salah Menggunakan Transmisi Otomatis

Pengemudi mobil matik sering melakukan kesalahan dengan tetap menahan pedal rem di posisi D terlalu lama. Jika macet total, pindahkan tuas ke N agar transmisi tidak terbebani terus menerus.

  • Mengabaikan Indikator Dashboard

Saat mudik, fokus pengemudi sering hanya pada jalan, sehingga lupa memperhatikan indikator mobil. Lampu suhu mesin, oli, atau aki yang menyala bisa menjadi peringatan penting. Jangan menunggu hingga mobil mogok.

Tips agar Mobil Tetap Aman saat Macet Mudik

Agar perjalanan mudik Anda lebih lancar dan mobil tetap terjaga, lakukan langkah berikut:

  • Berkendara dengan Halus

Jaga jarak aman dan hindari akselerasi mendadak.

  • Periksa Kondisi Mobil Sebelum Berangkat

Pastikan oli, air radiator, rem, dan ban dalam kondisi prima.

  • Istirahat Berkala

Selain untuk pengemudi, istirahat juga memberi waktu mesin agar tidak terus bekerja berat.

Macet saat mudik memang sulit dihindari, tetapi kesalahan pengemudi bisa memperburuk kondisi mobil. Mulai dari setengah kopling, agresif mengerem, hingga salah penggunaan transmisi, semua dapat memicu kerusakan. 

Dengan kebiasaan berkendara yang lebih bijak, Anda bisa menjaga mobil tetap sehat dan perjalanan mudik terasa lebih aman serta nyaman sampai tujuan.

Kunjungi Suzuki Bali untuk perawatan terbaik mobil kesayangan Anda. Temukan beragam insight bermanfaat dan menarik seputar kendaraan dengan klik di sini!